jump to navigation

JANGAN TAKUT MELAWAN ARUS 25 November, 2007

Posted by Ahmad Arafat in Motivating Inspiration.
Tags: , , , ,
add a comment

It takes a strong fish to swim against the current.

Even a dead one can float with it”.

(John Crowe)

~

Dibutuhkan ikan yang kuat yang dapat berenang melawan arus.

Bahkan ikan yang mati pun dapat mengapung”.

 

 

Sampai pada pertengahan abad ke-20, para ilmuwan, dokter, atlet dan pelatih percaya bahwa tidak mungkin bagi manusia untuk berlari satu mil dalam waktu kurang dari empat menit (kurang lebih 24 km/jam). Orang-orang telah berusaha untuk mencapai hal ini sejak zaman Yunani kuno. Konon, orang-orang Yunani melepaskan singa-singa untuk mengejar para pelari, dengan harapan mereka akan berlari lebih cepat. Selama berpuluh-puluh tahun (bahkan mungkin jauh lebih lama dari itu) orang-orang telah mencoba memecahkan batas tersebut tanpa hasil. Oleh sebab itu, mereka pun sampai pada kesimpulan bahwa tidak mungkin bagi manusia untuk berlari satu mil dalam waktu empat menit atau kurang dari itu.

 

Menurut pengetahuan konvensional, secara fisiologis tubuh manusia tidak akan sanggup untuk berlari dengan kelajuan sebesar itu. Struktur tulang kita tidak menunjang. Hambatan (drag) akibat angin terlalu besar. Kekuatan paru-paru pun tidak memadai. Sistem jantung akan collapse sebelum batas empat menit ini dicapai. Dan segudang alasan lainnya…

 

Kemudian ada satu individu, seorang diri, yang membuktikan bahwa para ilmuwan, dokter, pelatih, atlet, serta jutaan pelari sebelumnya yang telah mencoba dan gagal, salah dalam pendapat mereka. Pada tanggal 6 Mei 1954, Roger Bannister berlari sejauh satu mil dalam waktu 3 menit 59.4 detik. Ia menembus batas 4 menit itu karena ia percaya dan yakin bahwa ia bisa. Dan, aneh bin ajaibnya, setelah dia berhasil melakukannya, berbondong-bondong orang kemudian percaya bahwa hal itu dapat juga mereka raih.

 

Pada tahun tersebut, setelah Roger Bannister menembus batas satu mil empat menit, 37 pelari lainnya menembus batas itu juga. Pada tahun berikutnya, 300 pelari menembus batas tersebut. Kini, setelah satu orang berhasil melakukannya, telah ribuan orang yang dapat berlari satu mil dalam waktu kurang dari empat menit. Apa yang menyebabkan itu terjadi? Tidak ada terobosan besar dalam bentuk latihan. Tidak ada yang menemukan cara melawan hambatan angin. Struktur tulang dan fisiologi manusia tidak mengalami perubahan dan kemajuan secara tiba-tiba. Tetapi, sikap dan persepsi manusia telah berubah secara drastis.

 

Roger Bannister adalah ‘ikan yang melawan arus’. Ia mendobrak stereotype batasan kemampuan tubuh manusia dalam berlari secepat mungkin. Ia menepis keraguan dan menghancurkan ketidak-percayaan orang-orang yang lamban. Ia berjuang sendirian, berbekal keyakinan, bahwa ia mampu mewujudkan apa yang diyakininya bisa untuk diwujudkan – meskipun dalam pandangan orang lain hal itu mustahil dilakukan. Roger bukanlah orang yang bermodal nekat saja, tetapi ia adalah orang yang punya tekad untuk memberikan semua yang ia punya demi tujuan yang diyakininya bisa diraih. Dan, ia pun berhasil. Ia menjadi pioneer (perintis) yang kemudian mengubah pandangan buta orang lain, dan menjadikan banyak orang lain mengikuti jejaknya – jejak yang telah dibuatnya sendirian.

 

Sebelum Roger Bannister tampil, orang-orang selalu hanya percaya pada “pakar”. Dan para “pakar” itulah yang terus menghambat orang lain untuk memenuhi potensinya. Setelah Roger berkibar, terjadi perubahan dalam “rasa percaya”. Orang-orang kemudian mengganti rasa percaya yang membatasi (negatif) dengan rasa percaya yang menyanggupkan (positif).

 

Anda lihat? Tak ada salahnya berjalan sendirian melawan kelaziman, jika anda sadar apa yang sedang anda lakukan, dan tahu kemana anda menuju. Greatness (kejayaan) hanya diperoleh oleh orang-orang yang berani berbuat, berani mendobrak kekangan stereotype, dan mampu membuktikan bahwa dia berada di track yang benar, serta sanggup menunjukkannya kepada dunia. Jadilah ikan yang kuat dan “hidup”, yang berani menantang arus demi sampai pada tujuannya. Sebab, sekali lagi, sungguh hanya ikan yang benar-benar “hidup” sajalah yang dapat bergerak ‘melawan arus’. Karena kalau hanya untuk ‘mengapung’ saja, ikan yang matipun bisa melakukannya.

 

 

[Note : Kisah Roger Bannister di atas disadur dari modul “Pelatihan Psikologi Kepemimpinan” – Oleh Dinas Psikologi Angkatan Darat, Bandung]