Menjadi ‘TULI’ 25 November, 2007
Posted by Ahmad Arafat in Motivating Inspiration.Tags: Katak, Ted Turner, Tuli
add a comment
“I just love when people say I can’t do something
because all my life people said I wasn’t going to make it”.
(Ted Turner)
~
“Saya paling suka ketika orang-orang berkata bahwa saya tidak dapat melakukan sesuatu, karena sepanjang hidup saya orang-orang selalu berkata bahwa saya tidak akan mampu melakukannya”.
Ada sebuah kisah yang mengandung hikmah yang berkaitan dengan kutipan perkataan Ted Turner di atas. Kisahnya tentang dua ekor katak yang terjerembab ke dalam kubangan lumpur yang cukup dalam. Para kawanan katak yang ada disekitarnya lalu mengamati dan mengomentari keadaan kedua katak yang nahas itu. Mereka berseru, “sudahlah, menyerah sajalah, tidak mungkin engkau akan berhasil naik dari kubangan yang dalam itu… tak ada gunanya bagimu… engkau tak akan bisa.. engkau tak mungkin bisa melakukannya…”. Kawanan katak tersebut mengatakan hal yang demikian dan terus mengulang-ulangnya kepada kedua katak yang terjatuh tadi. Mendengar celotehan mereka, salah satu katak yang berada di kubangan tersebut menjadi keder, pesimis lalu pasrah tiada berdaya… Rupanya provokasi dan propaganda yang dilontarkan kawanan katak itu berhasil mematikan semangat dan meruntuhkan harapan hidupnya… Lain halnya dengan katak yang satu lagi… Kabar negatif dari kawanan katak yang ada di atasnya dianggapnya sebagai sorakan pemberi semangat dan motivasi baginya untuk terus berusaha naik ke permukaan. Celotehan mereka dipandangnya sebagai sumber kekuatan dan pendorong untuk terus berjuang dengan berani… Akhirnya, katak tersebut berhasil naik ke permukaan; dan katak yang sebelumnya terperangkap dalam kubangan, tetap berada di kubangan itu, dan mati.
Tahukah anda mengapa katak yang kedua berhasil selamat? Jawabannya adalah karena katak yang kedua itu TULI… Katak yang kedua itu tidak bisa mendengar apa yang sesungguhnya dikatakan oleh sekumpulan katak yang lain yang berada di atasnya.. Dia hanya bisa mengira-ngira, bahwa pada saat itu dia sedang didukung dan diberi semangat untuk berusaha selamat dari kubangan, padahal sebenarnya kawanan katak itu justeru mengatakan yang sebaliknya… Namun, oleh sebab itulah katak tersebut selamat dan berhasil…
Apa pelajaran dari kisah ini…? Seringkali kita menjadi “gagal” hanya karena terlalu risih dengan komentar pedas, kritikan dan celotehan orang-orang lain yang ingin menjegal langkah kita, dan tidak ingin melihat kita berhasil… Seringkali kita tidak berhasil hanya karena kita tidak tahan dengan pandangan miring, sikap sinisme dan pesimisme orang lain terhadap usaha yang kita lakukan… Dan, kita termakan olehnya.. maka kita pun gagal dan menjadi pecundang… Mengapa kita tidak bisa bersikap seperti katak yang kedua tadi, yang berhasil selamat dari masalahnya? Mengapa kita tidak berlagak “tuli” terhadap semua rongrongan yang mereka lemparkan…? Dan, jauh lebih hebat dari itu, mengapa kita tidak menjadikan provokasi mereka sebagai kekuatan kita, sumber motivasi dan dorongan untuk lebih keras berusaha, hingga akhirnya kita berhasil, dan menjadi pemenang…?!
Disitulah masalahnya, kadang-kadang kita terlalu aware dan lebih mengindahkan perasaan/pendapat orang lain daripada prinsip dan keyakinan diri kita sendiri… Kita terlalu percaya “apa kata mereka” dibandingkan “apa kata hatiku”… Kita terlalu peka dengan itu semua, yang membuat semangat kita padam, motivasi kita berkurang, dan usaha kita terhambat…
Sadarlah teman, dunia itu tidak dipenuhi oleh pemenang semuanya… Akan tetapi sebagian adalah pemenang, sebagian yang lain adalah pecundang… Orang-orang yang kita hadapi bukanlah musuh kita seluruhnya, tetapi sebagian kawan, sebagian juga lawan… Itulah sebabnya mengapa kita ditekankan untuk berfikir positif, bersikap optimis dan selalu realistis. Tak ada gunanya kita tenggelam oleh serangan badai orang-orang yang tidak mendukung kita… Tak perlu kita menanggapi segala macam penolakan, ketidaksetujuan, dan penilaian dari orang-orang yang tidak berlaku adil dan sportif… Berpalinglah dari itu semua..! Sesungguhnya mereka hanya melakukan itu untuk menjadikan anda bagian dari kelompok mereka – kelompok orang-orang yang gagal dan kalah dalam persaingan.
Maka, sungguh gagah orang yang berani berdiri di atas keyakinan dan prinsip yang dianutnya dengan percaya diri… Sungguh perkasa orang yang tetap kokoh berjuang dan tak mudah patah arang, meskipun ia hanya sendirian melawan deraan yang datang… Dan, sungguh beruntunglah orang yang mampu menjadikan provokasi-provokasi negatif menjadi sugesti-sugesti positif.. Dia mengetahui dengan pasti, kapan harus “mendengarkan” perkataan orang lain, dan kapan harus menjadi “tuli”… Dengan demikian, kondisi apapun yang terjadi, komentar apapun yang meracuni, tetap ditanggapi dengan mawas diri dan wajah berseri, seraya terus berjuang mengukir prestasi mengunggulkan pribadi…