Perbuatan yang BERKESAN 25 November, 2007
Posted by Ahmad Arafat in Motivating Inspiration.Tags: Aksi, Emily P. Bissel, Engineer, Hitler, Inventor, Mussolini, Scientist
add a comment
“Great thoughts speak only to the thoughtful mind.
But great actions speak to all mankind”.
(Emily P. Bissel)
~
“Pemikiran/gagasan yang hebat hanya dapat berbicara
pada akal yang berpikir.
Tapi, aksi-aksi yang hebat berbicara pada semua manusia”.
Kita melihat manusia lahir dan mati, lalu datang dan pergi, semuanya silih berganti… Sejarah manusia telah ditorehkan dengan panjang sekali, sejak Nabi Adam (manusia pertama) diciptakan, hingga saat Kiamat menjelang… Beragam kisah mewarnai kehidupan panjang manusia dan kemanusiaan… Sebagian kisah hilang tertelan jaman, sebagian lagi tetap hidup seolah-olah berada dalam keabadian…
Lalu, apa yang membuat kisah beberapa manusia yang spesial itu tetap tak lekang oleh perjalanan sang waktu? Bukankah manusia itu umumnya keadaannya sama saja; lahir-tumbuh-dewasa-tua-mati? Bukankah mereka juga melakukan perbuatan yang kurang lebih sama; berjalan-berbicara-makan-tidur-bekerja-dan seterusnya? Apa yang membuat mereka (beserta kisah hidupnya) menjadi begitu berharga sehingga tetap dikenang oleh orang-orang yang datang sesudahnya…?
Jawabnya; mereka telah melakukan aksi-aksi (tindakan) yang hebat, yang bernilai dan berharga bagi diri mereka, orang lain dan kehidupannya… Mereka tetap dikenang – dan akan dikenang – karena telah meninggalkan bekas-bekas perjuangan dan usaha yang penuh keberanian dalam keyakinan yang tak meragukan… Merekalah manusia-manusia yang sejarahnya bertuliskan tinta emas karena lebih mendahulukan “perbuatan” dari “perkataan”. Ternyata sejarah pun membuktikan, manusia yang berharga bukanlah mereka yang hanya gemar berkata-kata, tanpa berbuat apa-apa… Amat sedikit kalangan manusia yang menjadi terkenal hanya karena untaian kata-katanya.. Kalaupun ada, maka mereka adalah dari kalangan penyair dan para Nabi… Penyair menjadi terkenal dengan kata-katanya yang mengandung keindahan untaian bahasa, sedangkan para Nabi menjadi terangkat kedudukannya dengan kata-kata, karena menyampaikan wahyu (kalam) dari-Nya.
Sejarah lebih banyak menempatkan orang yang berkarya nyata sebagai orang yang berharga… Lihatlah bagaimana nama-nama para Ilmuwan (scientist), Perekayasa (engineer) dan Penemu (inventor) tetap dikenang hingga saat ini, oleh beribu-ribu bahkan berjuta-juta manusia… Semua itu karena mereka telah berbuat dan meninggalkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak…
Contoh yang paling baik sebagai perbandingan terhadap kualitas orang-orang seperti tersebut sebelumnya adalah para politikus… Mereka tercatat dalam lembaran sejarah umumnya dalam lembaran yang hitam kelam… Ini terjadi karena mereka lebih mengutamakan “berkata-kata” daripada “berbuat”, mereka hanya pandai “beretorika” tanpa mengedepankan “moral dan etika”, mereka pandai bersilat lidah dan bermanis kata, meskipun perilakunya bejad dan nista… Alhasil, kita mengenal tokoh seperti Mussolini, Hitler, dan para diktator sejenisnya sebagai manusia yang berakhir sengsara… Na’udzubillah…
Orang akan terkesan dengan bagusnya tutur-kata anda, namun mereka akan lebih terkesan dan terkenang lagi berdasarkan perilaku dan tindak-tanduk anda… Orang yang salah ucap adalah lumrah, namun orang yang salah berbuat, bisa fatal akibatnya… Demikianlah adanya, perbuatan-perbuatan luhur, tindakan-tindakan terpuji, dan aksi-aksi yang benar lagi berani akan selalu terekam dalam memori manusia dan menduduki tempat yang terpandang dalam sejarah… Tidaklah seseorang melakukan hal tersebut, melainkan namanya akan dicatat bersama orang-orang yang telah lestari namanya dan panjang umurnya… Adapun manusia yang paling mulia adalah mereka yang berbuat baik bagi orang lain dimana perbuatan mereka itu didasari oleh pertimbangan akal yang jernih, nurani yang bersih ditunjang dengan niat (motivasi) yang benar… Karena, tidaklah perbuatan baik itu lahir melainkan berasal dari jiwa yang suci, pikiran yang kuat dan sifat (akhlaq) yang terpuji…