WUJUDKAN MIMPI-MIMPI-MU… 25 November, 2007
Posted by Ahmad Arafat in Motivating Inspiration.Tags: Andrew Carnegie, Inspirasi, Mimpi, Motivasi, Pemenang, Soekarno
trackback
“Anything in life worth having is worth working for”.
(Andrew Carnegie)
~
“Apapun yang dalam hidup berharga untuk dimiliki adalah pantas untuk didapatkan”.
Kita memiliki banyak impian dalam hidup ini, bukankah demikian? Bahkan banyak dari kita yang sudah memiliki impian sejak lama, sejak kita kecil dan masih bocah. Mungkin di antara kita ada yang bermimpi menjadi dokter, menjadi insinyur, tentara, atau, presiden. Lambat laun, kitapun diuji… Apakah kita adalah orang yang hanya cuma bisa bermimpi? Ataukah kita adalah orang yang berjuang demi mimpi-mimpi? Disinilah letak perbedaannya, antara para pecundang dan manusia-manusia pemenang.
Para pecundang adalah mereka yang terlalu cepat menyerah dalam setiap kesempatan. Mereka punya mimpi, tapi hanya sebatas mimpi, mimpi yang hanya menjadi cerita atau “dongeng” sebelum tidur… Mimpi yang mereka miliki tidak menjadi poros setiap usaha mereka. Alhasil, ketika mereka pun menemui berbagai kendala dalam upaya mewujudkan mimpinya, sedemikian mudah dan cepatnyalah mereka menyerah…
Adapun para pemenang adalah orang-orang yang tegar berdiri dalam keadaan apapun demi memperjuangkan mimpi-mimpi yang mereka miliki… Mereka memahami betul arti dan konsekuensi dari “bermimpi” atau menjadi “pemimpi”… Mereka punya mimpi, tapi bukan hanya sebatas mimpi, bukan mimpi yang menjadi bunga-bunga tidur. Bahkan, mimpi mereka hadir dalam realitas sehari-hari… Mimpi-mimpi mereka menjelma dalam setiap tindakan dan aksi yang mereka lakukan… Pun, ketika perjuangan mewujudkan mimpi dihadapkan pada berbagai masalah dan aral lainnya, mereka toh tetap berjuang menyongsong mimpi.. Bagi mereka, gugur dalam memperjuangkan mimpi jauh lebih baik dan terhormat daripada melepaskan mimpi yang mereka miliki…
Jelaslah, yang membedakan mengapa para pemenang selalu berhasil mewujudkan mimpinya – sedangkan para pecundang hanya sekadar bermimpi saja – adalah pandangan yang dimiliki para peemenang tersebut terhadap mimpi-mimpinya… Setiap mimpi pasti punya nilai, bobot dan orientasi tersendiri… Sehingga, hal yang tak kalah pentingnya dalam perspektif seorang pemimpi – yang menjadi pemenang – adalah upaya untuk memaknai dan merefleksikan mimpi-mimpi yang mereka tetapkan…
Dua orang yang memiliki pencapaian yang sama – berdasarkan mimpi yang berbeda – tidaklah dikatakan sama-sama pemenang… Misalnya, seorang anak dokter yang kemudian menjadi dokter –karena tuntutan dan mimpi orang tuanya– meskipun anak itu ingin menjadi insinyur, maka anak tersebut “gagal” mewujudkan mimpinya sendiri.. Ia hanya mewujudkan mimpi orangtuanya. Berbeda dengan, misalnya, seorang anak lain yang bermimpi menjadi dokter, kemudian ia berhasil menjadi dokter karena benar-benar bertekad untuk menjadi dokter – terlepas dari apakah sang anak adalah anak dari dokter atau bukan – maka kita katakan bahwa anak itu berhasil memenangkan mimpinya.
Akan tetapi, apabila si anak yang pertama tadi memaknai tuntutan orangtuanya sebagai “mimpi”nya sendiri, tentu lain halnya. Bisa jadi, si anak yang ingin menjadi insinyur lalu kenyataannya menjadi dokter tersebut lantaran menjadikan “ketaatan kepada tuntutan orang tua” sebagai mimpinya yang paling penting. Bahwa, membahagiakan orang tua dengan menuruti permintaan mereka adalah mimpinya yang sangat mendasar.. Maka, kita dapat memaknai keadaan anak itu dalam konteks kemenangan…
Oleh karena itu… jangan takut bermimpi… Soekarno bahkan pernah berkata : “Gantungkanlah cita-cita (impian)mu setinggi langit”… Dan, yang jangan sampai luput dari perhatian kita adalah pemaknaan kita terhadap mimpi-mimpi tersebut… Mimpi seharusnya bukanlah sesuatu yang muluk-muluk, bukan pula sesuatu yang mustahil untuk digapai… Meski demikian, mimpi tersebut sedapatnya mengandung nilai-nilai luhur, muatan spiritualitas dan misi kebaikan bagi sesama.
Hal yang harus ditetapkan sebelum bermimpi adalah mendeskripsikan keinginan-keinginan kita… Lalu, secara sadar ataupun tak sadar, memunculkan “impian” yang tersusun dan tergambar dengan jelas… Kemudian, saatnya mengevaluasi, apakah mimpi yang hadir itu pantas untuk diwujudkan (is it worthy)? Dan, apakah mimpi itu punya nilai/harga yang cukup tinggi sehingga pantas untuk diperjuangkan…? Jika demikian, saatnya bangun dari tidur lelap untuk mewujudkan impian tersebut – dan ini adalah cara yang terbaik. Bangunlah, bergerak dan bekerjalah sepenuh hati, sekuat tenaga, semaksimal mungkin untuk memperjuangkan mimpi-mimpi itu… Jangan menyerah, dan pantanglah untuk menyerah… Karena bagaimanapun juga, anda toh telah yakin dan pasti, mimpi yang anda perjuangkan itu memang layak untuk diperjuangkan – apapun hasilnya… Selamat mewujudkan mimpi…
Komentar»
No comments yet — be the first.