jump to navigation

Sukses SPMB-ku 25 November, 2007

Posted by Ahmad Arafat in Kontemplasi & Refleksi.
Tags: , , , , , , , ,
trackback

There are no secrets to success. It is the result of

preparation, hard work and learning from failure”.

(Colin Powell)

~

Tidak ada rahasia untuk menjadi sukses. (Sukses) itu adalah hasil dari persiapan, kerja keras dan belajar dari (pengalaman) kegagalan”.

 

 

 

Membaca kutipan di atas, saya teringat masa-masa menjelang SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) dulu di Makassar. Bagaimana “keberhasilan” saya lolos dalam SPMB tersebut membawa saya pada kesempatan menjadi mahasiswa di salah satu perguruan tinggi yang membanggakan, ITB, Bandung. Yah, keberhasilan itu memang bukan sesuatu yang diperoleh dengan cepat, melainkan melalui serangkaian persiapan yang matang, perjuangan dan usaha yang ekstra keras, serta memperbaiki diri dari kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan.

 

 

Kisah ini dimulai sejak saya duduk di bangku SMU, di akhir-akhir kelas II. Saat itu saya sudah mulai menapaki jalan “kesuksesan” saya dengan mengikuti sebuah lembaga bimbingan belajar yang berasal dari Bandung, dan notabene para pengajar (tentor –tenaga tutor)nya konon adalah alumni ITB. Saya tidak ingat pasti apa alasan saya memilih lembaga bimbel tersebut. Yang jelas, saya terkesan dan tertarik setelah mengikuti sebuah acara yang diadakan oleh bimbel itu yang bertajuk “strategi sukses SPMB”. Saya pun menyisihkan waktu untuk belajar ekstra di luar jam sekolah pada lembaga bimbel itu. Sebenarnya saya tidaklah dalam keadaan “sangat butuh” mengikuti bimbel, tetapi nampaknya jika tidak demikian, pasti saya akan sulit “siap” karena sangat jarangnya saya menyisihkan waktu khusus untuk belajar di luar jam sekolah secara mandiri.

 

 

Hal tersebut terus saya jalani hingga saya naik ke kelas III (IPA), masa-masa yang paling genting dalam SMU terkait dua hal penting; Ujian Akhir Nasional (UAN) dan SPMB. Beranjak ke kelas III, saya memutuskan untuk pindah tempat bimbel, yakni pada lembaga bimbel lokal namun cukup terkenal di Makassar – Jakarta Intensive Learning Centre (JILC). Alasan kepindahan tempat bimbel tersebut utamanya karena tempat bimbel yang saya tuju itu terkenal dengan tingginya intensitas belajar dan persiapan SPMB yang dilakukan. Alhasil, orang tua saya mendaftarkan saya pada tempat bimbel tersebut dengan program 1 tahun penuh.

 

 

Saya pun mengikuti kegiatan belajar di JILC dengan semangat dan intensif. Jarang sekali saya ‘bolos’ dari jadwal bimbel. Saya bahkan berhasil masuk ke dalam kelas khusus, kelas VIP-A, untuk persiapan super-intensif menjelang SPMB. Saya juga getol mengikuti tiap Try Out (Uji Coba), baik yang dilakukan oleh JILC maupun oleh lembaga bimbel lainnya. Dan yang benar-benar sangat saya sukai dari belajar di lembaga tersebut ialah tingginya frekuensi belajar yang disediakan bagi para siswanya. Lembaga tersebut setiap hari Sabtu malam hingga Minggu dini hari menggelar “try out” kecil-kecilan bagi para siswanya yang mau. Acaranya dimulai setiap pukul 22.00 malam Minggu. 2 jam-an pertama digunakan oleh para siswa untuk menyelesaikan soal-soal latihan SPMB yang telah disiapkan oleh para tentor. 2 jam-an berikutnya adalah pembahasan (jawaban) soal-soal tersebut. Praktis, acara tersebut sering berakhir pada pukul 02-an Minggu dini hari. Acara tersebut sangat saya gemari karena saya rasa sangat bermanfaat bagi “persiapan” diri saya menjelang SPMB nanti. Jarang saya melewatkan agenda tersebut, kecuali jika memang keadaan tidak memungkinkan. Berkurangnya jatah tidur dan capek yang dirasa tidak menjadi penghalang bagi saya untuk tetap mengikuti acara tersebut dengan seksama.

 

 

Begitulah, “malam mingguan di tempat bimbel” menjadi acara rutin yang selalu saya ikuti. Dari situ, keyakinan saya semakin tinggi, kepercayaan diripun ikut bertambah. Momen SPMB yang terasa semakin dekat dijelang dengan semangat membara. “Try Out Akbar” yang sering saya ikuti, kegiatan “belajar ekstra-mandiri” baik dilakukan sendiri atau bersama teman-teman – di sekolah maupun di rumah – disamping rutinitas tersebut di atas telah mematangkan persiapan diri saya dalam menghadapi SPMB yang mendebarkan.

 

 

Tidak terasa SPMB tinggal dalam hitungan hari… Diri ini berada di antara “keyakinan dan persiapan diri” yang sudah terpupuk dan “keraguan dan ketakutan menemui kegagalan” yang menyerang. Namun, semuanya diserahkan kepada Yang Di Atas, karena toh saya telah berusaha sebaik mungkin. Strategi pun disusun semaksimalnya, agar SPMB yang hanya berlangsung 2 hari bisa dijalani dengan pasti. Mulai dari pengurusan berkas-berkas pendaftaran, pengecekan lokasi ujian, sampai antisipasi teknis perihal pengisian lembar jawaban yang diperiksa oleh komputer.

 

Dan, tibalah saatnya, SPMB tersebut akan dilangsungkan pada esok harinya. Sungguh aneh, malamnya saya hampir saja tidak tidur. Rasa gelisah, penasaran, was-was dan gugup menyelimuti. Mau tidur, susah – mau belajar, sudah tak bisa. Ini terjadi sampai dini hari, sampai akhirnya saya pun bisa terlelap.

 

Pagi itu pun tiba… Berbekal persiapan yang telah ditempuh sekian lama sebelumnya, usaha dan pengorbanan yang mati-matian, diiringi do’a restu dari orang tua tercinta plus do’a kepada-Nya, SPMB dijalani dengan rasa tenang dan percaya diri. Alhamdulillah, kelancaran dan kemudahan pun saya temui. Bahkan, saya masih sempat memberi contekan jawaban kepada seorang teman yang membutuhkan, bad :)

 

2 hari pelaksanaan SPMB yang menegangkan pun terlewat sudah. Lepas dari satu kekhawatiran, kekhawatiran lain datang menghadang. Bagaimana kalau saya tidak lulus? Ah, soal hasil, mengutip perkataan Ayah saya – yang menyitir sebuah ayat; “kalau engkau sudah berazzam, maka bertawakkallah kepada Allah”… Saya hanya bisa berserah diri padaNya setelah berusaha semaksimal mungkin, karena telah yakin, apapun hasilnya, itulah yang terbaik untuk diri saya dan kehidupan saya…

 

Waktu pengumuman SPMB pun tiba… Deg-degan rasanya ingin mengetahui apa hasilnya… Saya yang menjatuhkan pilihan pertama pada jurusan Teknik Penerbangan ITB dan pilihan kedua Kedokteran UNHAS pun bertanya-tanya, tercapaikah keinginan saya? Ketika surat kabar yang memberitakan pengumuman SPMB pun terbit, saya mencari-cari nama dan nomor ujian saya.. Dan, jrengg… nama saya pun terdapat di pengumuman tersebut (dan inilah kali pertama nama saya masuk koran, hehe..) yang mengabarkan keberhasilan saya menembus SPMB dan lulus menjadi (calon) mahasiswa ITB… Berita gembira ini lalu saya teruskan ke keluarga saya. Tak lupa, beberapa teman saya juga memberi ucapan selamat dan salut atas keberhasilan tersebut. Alhamdulillaaah

 

 

**

 

 

Demikianlah, kisah “kesuksesan” saya yang sangat berkesan bagi diri saya sendiri. Kisah tersebut mengandung hikmah dan pelajaran berharga betapa “persiapan yang matang”, “kerja/usaha yang anteng” dibarengi “kemauan untuk terus memperbaiki diri dan belajar dari kesalahan” telah mengantarkan saya kepada impian yang telah saya tetapkan. Sebenarnya saya tidak menganggap “kisah sukses” di atas sebagai sesuatu yang besar –karena kesuksesan yang sesungguhnya adalah di akhir sana. Tetapi, ketika hati ini jemu, ketika perasaan menjadi jenuh, di saat semangat meredup, di saat perjuangan mewujudkan mimpi-mimpi berselimutkan kabut… sejenak melihat ke masa silam mengenai kisah di atas mampu memberi saya semangat baru untuk terus maju, dan melaju.

 

 

Ketika saya mengingat kisah manis ini… saya mampu berkata kepada diri sendiri : “bersabarlah dalam menempuh perjalanan.. memang begitulah jalan mencapai kesuksesanpersiapan, ketekunan dan keyakinan seperti itulah yang harus dipertahankan, jika engkau benar-benar menginginkan kejayaan…”. [Maka ambillah pelajaran, wahai orang-orang yang berakal…]


Komentar»

1. arik - 21 Maret, 2008

ass.
salut ma km deh…perjuangan y bnr2 mengagumkan plus hasil y juga.
btw, ak mo minta bantuan ma km, tlog banget ni..
begini…adikku cowok tahun ni mo lulus SMU, di krg sekolah di Klaten, Jateng. Dia pengen sekali kul. di ITB tapi gk punya temen ato link dsna.
aku jg denger dr tmnku klo di bandung ada bimbingan untuk persiapan masuk ITB yang ngadain kty ITB, bener ya? tlg dunk ak dksh info lengkapy, kpn mulai bimbingan, berapa lama n biaya bimbingan serta sistem bimbingannya gimna? ato munkin bs kasih website ttg bimbingan tersebut.
klo informasinya sudah ada tlong kirim ke aku, Arik di email tutuk_error@yahoo.com
terima kasih banyak sebelumya bantuannya.
wss