Menjadi Bermanfaat 25 November, 2007
Posted by Ahmad Arafat in Motivating Inspiration.Tags: Earhart, Macam-macam, Manusia, Perbedaan
trackback
“Some of us have great runways already built for us. If you have one, take off. But if you don’t have one, realize it is your responsibility to grab a shovel and build one for yourself and for those who will follow after you”.
(Amalia Earhart)
~
“Beberapa di antara kita telah memiliki landasan terbang yang sudah disiapkan. Jika engkau punya landasan itu, terbanglah. Tapi jika engkau tidak punya satupun landasan, sadarilah bahwa tanggungjawabmu untuk mengambil sekop dan membangun satu landasan, untukmu sendiri dan untuk mereka yang akan mengikuti jejakmu”.
Kita melihat manusia itu bermacam-macam keadaannya. Ada yang terlahir dari keluarga kaya, ada yang berasal dari keluarga miskin. Ada yang tampan rupawan/cantik jelita, ada yang pula yang buruk rupa. Ada yang cerdas, ada yang bodoh. Begitu seterusnya dalam berbagai hal yang mewarnai kehidupan manusia.
Apa maksud dari semua itu? Apakah Dia –Yang Maha Kuasa– tidak berlaku adil? Mengapa harus ada orang yang terlahir cacat, hidup penuh derita, sementara orang lain terlahir “sempurna”, hidup dalam kesenangan? Sungguh banyaknya perbedaan kondisi di antara manusia kadang membuat kita frustasi dan tak bisa memahami apa sebenarnya yang sedang terjadi…
Perbedaan status, kemampuan, dan keadaan di antara kita bukanlah sebab bagi kita untuk saling bermusuhan dan berperang. Justeru disitulah letak hikmah-Nya agar manusia hidup berdampingan dalam harmoni; saling membantu sesama, dan saling melengkapi satu sama lain. Yang kaya berderma dengan kekayaannya untuk membantu mereka yang kekurangan. Yang cerdas mengamalkan ilmunya untuk membimbing yang bodoh. Yang kuat melindungi dan menyayangi yang lemah. Bukankah hidup yang demikian akan terasa indah?
Tiap-tiap insan beramal sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Ketika seseorang sadar memiliki suatu kelebihan (potensi), iapun berusaha untuk mengolah dan memaksimalkan potensi tersebut demi kepentingan dirinya dan orang lain. Ketika ia juga melihat bahwa banyak orang lain tak seberuntung dirinya, iapun tergugah untuk mengulurkan tangannya, memberikan bantuan semampunya untuk mengangkat dan memperbaiki derajat kehidupan mereka. Itulah potret orang yang selalu memberi manfaat bagi orang disekitarnya.
Komentar»
No comments yet — be the first.