Manusia Pelopor… 25 November, 2007
Posted by Ahmad Arafat in Motivating Inspiration.Tags: Alan Ashley Pitt, Pelopor, Pemenang, Pioner
trackback
“The man who follows the crowd will usually get no further than the crowd. The man who walks alone is likely to find himself in place no one has ever been”.
(Alan Ashley-Pitt)
~
“Orang yang mengikuti orang kebanyakan umumnya selalu tidak jauh dari orang kebanyakan. Seseorang yang berani berjalan sendirian kemungkinan besar akan mendapati dirinya berada di tempat yang belum pernah didatangi orang lain.”
Salah satu karakter yang juga dimiliki oleh “orang-orang besar” dalam sejarah umat manusia adalah sifat kepeloporan (pioneerity). Sifat kepeloporan ini digambarkan sebagaimana dalam kutipan di atas, yakni “seseorang yang berani berjalan sendirian, yang kemudian akan mendapati dirinya berada pada tempat (status) yang belum pernah dicapai oleh orang lain”. Sifat kepeloporan inilah yang membuat mereka menonjol dan dikenal sebagai orang yang spesial dan bermartabat.
Mengapa “kepeloporan” tersebut sedemikian pentingnya sebagai salah satu parameter karakter orang-orang sukses? Jawabnya ialah karena sifat kepeloporan itu mengandung setidaknya tiga karakter lain dari orang yang sukses, yaitu : “keberanian”, “pengetahuan”, dan “ketekunan/keteguhan hati”. Ya, sifat kepeloporan sejatinya lahir dari relasi-kompleks di antara ketiga karakter tersebut.
Pertama, orang yang menjadi pelopor tentunya adalah orang yang berani. Ia berani mengambil resiko dan juga berani berusaha. Ketika orang-orang dulu percaya bahwa bumi adalah datar – sehingga mereka takut berlayar di lautan terlalu jauh – maka para pionir terjun dengan gagah beraninya berlayar ke ujung samudera untuk menguji kebenaran kepercayaan tersebut –dan ternyata diketahuilah bahwa bumi sebenarnya berbentuk bulat, tidak datar.
Kedua, orang yang menjadi pelopor adalah orang yang memiliki ilmu pengetahuan. Pengetahuan yang dimiliki akan menjadi “jalan terang” dan bekal berharga bagi usaha yang sedang dipeloporinya. Lihatlah bagaimana dasar-dasar ilmu mekanika fluida (aerodinamika), hukum-hukum fisika, dan konsep kalkulasi matematis telah menuntun Wright bersaudara untuk menjadi pelopor dalam pembuatan pesawat terbang. Mereka tak langsung berhasil, tapi setidaknya mereka telah menjadi pembuka gerbang ‘penemuan’ yang fenomenal – besi yang dapat melayang di udara.
Ketiga, orang yang menjadi pelopor pastilah seorang yang tekun lagi teguh hati. Cukuplah anda melihat kepada ketekunan Thomas Alfa Edison dalam menciptakan bola lampu yang pertama, atau kepada kerja keras Alexander Graham Bell yang berhasil menciptakan pesawat telepon, atau Bill Gates yang menciptakan PC, atau pada berbagai penemuan spektakuler lainnya. Tak ada yang terjadi dengan tiba-tiba dalam waktu yang sangat singkat, namun penemuan itu dicapai setelah percobaan (eksperimen) yang berulang-ulang, pengerjaan yang melelahkan, dalam waktu yang cukup lama. Adalah ketekunan dan keteguhan hati yang membuat para pelopor itu mampu bertahan dan terus berusaha melanjutkan karyanya.
Dengan demikian, kepeloporan dapat dipandang sebagai perpotongan (pertemuan) antara sifat keberanian, pengetahuan dan ketekunan dalam bekerja. Ini kemudian menjadikan para pelopor adalah orang yang selalu berani mencoba berbagai hal-hal baru dan berbeda, mengetahui ‘celah-celah’ yang belum tereksplorasi oleh orang-orang sebelumnya, dan mampu stick (tetap) pada pekerjaan mereka secara kontinu (berkesinambungan) dan menyeluruh.
Atau dengan kata lain, para pelopor bukanlah seperti orang-orang kebanyakan yang hanya mengikuti commonness (keumuman/kelaziman) yang terjadi di tengah masyarakat. Para pelopor juga bukanlah orang-orang penakut dan pengecut yang takut akan resiko dan ancaman dalam pekerjaan. At last, para pelopor adalah orang yang mampu bekerja terus menerus dengan semangat yang terjaga, bukan para pemalas atau orang keras kepala yang berfikiran sempit dan kolot.
Para pelopor adalah pemenang yang berani menempuh (dan membuka) ‘jalan baru’ tanpa harus menjadi tersesat, mengetahui ‘jalan’ menuju tujuannya dengan benar, dan terus berjalan tanpa kenal lelah. Alhasil, merekapun lalu mendapati dirinya berada di ‘tempat baru’ yang sangat eksotis, menyenangkan sekaligus mengherankan. Mengherankan melihat mengapa hanya mereka saja yang baru tiba di ‘tujuan’ itu, sedangkan orang-orang kebanyakan tertinggal jauh di belakang. Maka, ketika anda berharap menemukan kesenangan baru dan warna cemerlang dalam hidup ini, jadilah pelopor itu….
Komentar»
No comments yet — be the first.